Rabu, 08 Januari 2014

Keadialan di Indonesia Harus di Pertanyakan?

Diposting oleh Unknown di 19.26 0 komentar

ilustrasi




Keadilan, keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.
Contoh Keadilan:
Seorang koruptor yang memakan uang rakyat. Koruptor di tangkap dan dimasukan kepenjara selama 2 tahun tanpa ada goresan luka sedikit pun pada wajahnya. Hal tersebut mencerminkan bahwa hakim dan jaksa di indonesia tidak adil pada rakyat kecil yang dikarenakan mencuri dompet mendapatkan masa kurungan lebih dari sang koruptor, padahal koruptor lah yang mencuri uang rakyat lebih banyak dari pada pencopet itu. Bahkan koruptor bisa mendapatkan fasilitas yang istimewa bahkan seperti apartemen didalam penjara.

KEADILAN SOSIAL
Seperti pancasila yang bermaksud keadilan sosial adalah langkah yang menetukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Setiap manusia berhak untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya sesuai dengan kebijakannya masing-masing.
5  Wujud keadilan sosial yang diperinci dalam perbuatan dan sikap:
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Asas yang menuju dan terciptanya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui delapan jalur pemerataan yaitu :
1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2.      Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
3.      Pemerataan pembagian pendapatan.
4.      Pemerataan kesempatan kerja.
5.      Pemerataan kesempatan berusaha.
6.    Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan  kaum wanita.
7.      Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
8.      Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

BERBAGAI MACAM KEADILAN
a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b)   Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c)   Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.

KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Tuhan. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Tuhan telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Dan pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.

KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Sebab-Sebab Seseorang Melakukan Kecurangan
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:
1.      Aspek ekonomi
2.      Aspek kebudayaan
3.      Aspek peradaban
4.      Aspek tenik
Apabila ke empat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum, akan tetapi apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Tentang baik dan buruk Pujowiyatno dalam bukunya "filsafat sana-sini" menjelaskan bahwa perbuatan yang sejenis dengan perbuatan curang, misalnya berbohong, menipu, merampas, memalsu dan lain-lain adalah sifat buruk. Lawan buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia. Pada diri manusia seakan –akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya, namun sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai halyang penting ini. Dalam hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan lawannya pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yang baik, kalau tidak baik tentu buruk.

PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

PEMBALASAN
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan, dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatkan pembalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan, menimbulkan pembalasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia bermuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Contoh tindak ketidak adilan hukum di Indonesia.


Namun keadilan juga di selewengkanan seperti hukum pidana pada pencuri kakao. Supremasi hukum di Indonesia masih harus direformasi untuk menciptakan kepercayaan masyarakat dan dunia internasional terhadap sistem hukum Indonesia. Masih banyak kasus-kasus ketidakadilan hukum yang terjadi di negara kita. Keadilan harus diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.

Keadaan yang sebaliknya terjadi di Indonesia. Bagi masyarakat kalangan bawah perlakuan ketidakadilan sudah biasa terjadi. Namun bagi masyarakat kalangan atas atau pejabat yang punya kekuasaan sulit rasanya menjerat mereka dengan tuntutan hukum. Ini kan tidak adil !!

Kasus Nenek Minah asal Banyumas yang divonis 1,5 bulan kurungan adalah salah satu contoh ketidakadilan hukum di Indonesia. Kasus ini berawal dari pencurian 3 buah kakao oleh Nenek Minah. Saya setuju apapun yang namanya tindakan mencuri adalah kesalahan. Namun demikian jangan lupa hukum juga mempunyai prinsip kemanusiaan. Masak nenek-nenek kayak begitu yang buta huruf dihukum hanya karena ketidaktahuan dan keawaman Nenek Minah tentang hukum.

Menitikkan air mata ketika saya menyaksikan Nenek Minah duduk di depan pengadilan dengan wajah tuanya yang sudah keriput dan tatapan kosongnya. Untuk datang ke sidang kasusnya ini Nenek Minah harus meminjam uang Rp.30.000,- untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh. Seorang Nenek Minah saja bisa menghadiri persidangannya walaupun harus meminjam uang untuk biaya transportasi. Seorang pejabat yang terkena kasus hukum mungkin banyak yang mangkir dari panggilan pengadilan dengan alasan sakit yang kadang dibuat-buat. Tidak malukah dia dengan Nenek Minah?. Pantaskah Nenek Minah dihukum hanya karena mencuri 3 buah kakao yang harganya mungkin tidak lebih dari Rp.10.000,-?. Dimana prinsip kemanusiaan itu?. Adilkah ini bagi Nenek Minah?.

Bagaimana dengan koruptor kelas kakap?. Inilah sebenarnya yang menjadi ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia. Begitu sulitnya menjerat mereka dengan tuntutan hukum. Apakah karena mereka punya kekuasaan, punya kekuatan, dan punya banyak uang ?, sehingga bisa mengalahkan hukum dan hukum tidak berlaku bagi mereka para koruptor. Saya sangat prihatin dengan keadaan ini.

Sangat mudah menjerat hukum terhadap Nenek Minah, gampang sekali menghukum seorang yang hanya mencuri satu buah semangka, begitu mudahnya menjebloskan ke penjara suami-istri yang kedapatan mencuri pisang karena keadaan kemiskinan. Namun demikian sangat sulit dan sangat berbelit-belit begitu akan menjerat para koruptor dan pejabat yang tersandung masalah hukum di negeri ini. Ini sangat diskriminatif dan memalukan sistem hukum dan keadilan di Indonesia. Apa bedanya seorang koruptor dengan mereka-mereka itu?.

Saya tidak membenarkan tindakan pencurian oleh Nenek Minah dan mereka-mereka yang mempunyai kasus seperti Nenek Minah. Saya juga tidak membela perbuatan yang dilakukan oleh Nenek Minah dan mereka-mereka itu. Tetapi dimana keadilan hukum itu? Dimana prinsip kemanusian itu?. Seharusnya para penegak hukum mempunyai prinsip kemanusiaan dan bukan hanya menjalankan hukum secara positifistik.

Inilah dinamika hukum di Indonesia, yang menang adalah yang mempunyai kekuasaan, yang mempunyai uang banyak, dan yang mempunyai kekuatan. Mereka pasti aman dari gangguan hukum walaupun aturan negara dilanggar. Orang biasa seperti Nenek Minah dan teman-temannya itu, yang hanya melakukan tindakan pencurian kecil langsung ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang negara milyaran rupiah dapat berkeliaran dengan bebasnya.

Oleh karena itu perlu adanya reformasi hukum yang dilakukan secara komprehensif mulai dari tingkat pusat sampai pada tingkat pemerintahan paling bawah dengan melakukan pembaruan dalam sikap, cara berpikir, dan berbagai aspek perilaku masyarakat hukum kita ke arah kondisi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan tidak melupakan aspek kemanusiaan.

Seri Diktat Kuliah MKDU: Ilmu Budaya Dasar karya Widyo Nugroho dan Achmad Muchji, Universitas Gunadarma

Kamis, 12 Desember 2013

Laki - laki di Persimpangan (cerpen)

Diposting oleh Unknown di 08.30 0 komentar
Sebuah cerpen yang menjelaskan kegelisahan seorang gadis remaja SMA yang penasaran dengan sosok misterius. Sosok tersebut sering ia temui ketika perjalanan ia ke sekolah. 
Selamat membaca :)

LAKI- LAKI DI PERSIMPANGAN(CERPEN)





Seberkas cahaya mentari menyisip dari balik gorden bunga-bunga yang menutup jendela. Nella Paramitha masih asik bergumul dengan selimut dan guling. Tak lama kemudian jam beker kepunyaanya berdering, semakin mengganggu tidurnya. Setengah malas Nella pun bangun dan duduk ditepi ranjang mengumpulkan setengah nyawanya yang masih dialam mimpi. Setengah sadar diliriknya jam bekker yang berada dinakas sebelah tempat tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 06:35, segera ia bergegas kekamar mandi.

Seperti biasa Nella setiap pagi selalu diantar oleh ayahnya kesekolah. Sekolahnya yang lumayan jauh dari rumahnya, angkutan umum yang kurang memadai, dan Nella yang tidak bisa mengemudikan sepeda motor membuat sang ayah setia menjadi tukang ojek anakknya. Pancaran sinar matahari yang terik mengiringi perputarnya roda sepeda motor yang dikendarai ayah Nella, mereka berpaju melawan waktu. Disepanjang jalan Nella terlihat sangat mengantuk bahkan hampir tertidur diatas motor. Untuk mengalihkan rasa kantuknya Nella melihat kanan kiri situasi jalanan yang dilewatinya. Hilir mudik kendaraan pekerja, anak sekolah, bis karyawan, angkutan umum plat hitam, dan kesibukan pagi lainnya menjadi makanan hari-hari dalam perjalanannya kesekolah. Apalagi saat ia melawati persimpangan dimana tiga ruas jalan bertemu, disini arus lalu lintas mengalami konflik. Semua kendaraan tidak ada yang mau mengalah semuanya ingin mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan persimpangan. Terlebih lagi jika ada angkutan umum nakal yang menurunkan penumpangannya dipinggir jalan. Suara klakson mengiang tidak ada habisnya menambah ruwet dan semerawut keadaan.

Ditengah keramaian jalanan tepatnya setelah persimpangan mata Nella tertuju pada sosok laki-laki dengan seragam putih abu-abu yang berdiri didepan kios fotocopy. Nella mengamati jelas sosok laki-laki itu. Perawakannya yang tinggi tegap, seragamnya yang mulai lusuh, warna kulit yang keemasan karna pantulan sinar mentari dan wajahnya yang tampan. Namun ada sesuatu yang menarik perhatian Nella. Wajah tampannya yang pucat dan sepasang bola mata memandang kosong. Saat menatap matanya ada sesuatu yang dirasakan Nella. Sesuatu hal yang susah dijelaskan sampai membua jantungnya berdegup. Nella terus memandangi tanpa bosan sampai motor yang dilaju ayahnya menjauh dan ia hanya bisa menerawang. Ada yang berbeda dalam hati Nella setelah pandangan pertamanya. Ia pun senyam-senyum sendiri disepanjang jalan sampai tidak terasa sudah berada digerbang sekolah. Setelah berpamitan dengan ayahnya ia setengah belari menuju pekarangan sekolah karna gerbang sudah setengah tertutup.

“Pagi-pagi senyam-senyum sendiri, udah seperti orang kesambet lo Nel” seru Fikria teman sebangku Nella.

“Iya tau nih masuk kelas udah begini, biasanya mesem-mesem tuh muka.” timpal Feby yang duduk persis dibelakang Nella.
Nellla tidak menjawab ia malah makin senyam-senyum gak karuan bahkan kali ini ia mendongakkan kepalanya.

“Aduh kalian ini kenapa sih, gue ga kenapa-kenapa kok.” Fikria menoyor kepala Nella. Nella pun meringgis  kesakitan.

“Lagian elo diam saja diajak ngomong.” sahut Feby. “Emang elo lagi seneng kenapa? Hayoo pasti tadi habis mimpiin Pangeran Rizel yah?” goba Feby sambil memincingkan matanya yang lucu.

“Masih pagi-pagi sudah ngomongin Rizel bikin gue badmood saja.” dengus kesal Nella. “Tadi gue dijalan ketemu sama cowok ganteng, asli ganteng banget. Tapi…” Tiba-tiba Nella tidak melanjutkan  ucapannya.

“Tapi kenapa Nell?” Fikria mulai penasaran dengan cerita Nella.

“Ada sesuatu yang aneh gitu, dan gue gak tau apa itu. Saat gue tatap matanya kok tiba-tiba gue merasakan yang aneh” ujar Nella. Fikria mengerutkan dahi bertanya-tanya.

“Alah lo yang norak baru ngelihat cowok ganteng yakan?” celetuk Feby dengan santainya.

“Enak aja elo ngomong, ini tuh beda tatap matanya kosong. Susah lah diungkapin dengan kata-kata.” bela Nella.
Obrolan mereka pun harus disudahi karna Bu Wuryani guru matematika sudah memasuki kelas.

Hari ini disemua pelajaran Nella tampak tidak konsentrasi. Pikirannya terus tertuju pada sosok laki-laki yang ia lihat dipersimpangan tadi. Sepertinya fikirannya sudah terkontaminasi. Masih jelas terlintas bayangan laki-laki tersebut. Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa bulu kuduknya merinding saat menatap bola matanya. Apa itu reaksi yang wajar saat cinta pandangan pertama. Sepertinya ada sesuatu dibalik mata laki-laki tersebut.

                                                                   *****                                                                                             

Pagi ini Nella bangun lebih pagi. Mungkin alasan ingin melihat sosok laki-laki kemarin sehingga ia lebih semangat bangun pagi. Mama dan papanya kaget melihat anaknya sudah duduk manis dimeja makan. Padahal ini masih pukul 06:00 pagi. Belum habis cangkir kopi ayahnya, Nella susah memaksa untuk cepat berangkat sekolah.
Diperjalanan sebelum persimpangan detak jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Ia sangat berharap pagi ini dapat bertemu kembali dengan laki-laki itu. Persimpangan pun kini dilewati. Sosok laki-laki kemarin masih tampak berdiri didepan kios fotocopy seperti kemarin. Tidak ada perubahan semuanya sama. Seragam lusuhnya, wajah pucatnya malah kini semakin terlihat pucat bahkan bibirnya sedikit memutih. Nella memandang lekat laki-laki itu. Sorot mata keduanya kembali bertemu dan mengikat. Mata laki-laki itu seakan mendorong mata Nella untuk semakin dalam masuk kedalam dunianya. Pancaran mata tersebut seketika menghipnotis Nella. Rasa penasaran dalam diri Nella semakin kuat menyelimuti batin dan fikirannya.

“Feb, Fik hari ini gue ketemu cowok itu lagi, daan emang bener ada yang aneh dibalik tatapan dia.” Nella menghampiri kedua temannya. Ia mengambil posisi duduk berhadapan dengan mereka. Pagi ini sudah diawali dengan cerita perihal sosok cowok misterius itu. Teman-temannya pun ikut penasaran dan antusias mendengar celoteh Nella.

“Gue jadi penasaran sama itu cowok, elo tau gak nama dia siapa?” tanya Feby.

“Gue gak tau Feb.” jawab Nella ala kadarnya.

“Kalau sekolahnya elo tau?”Nella tidak menjawab ia hanya menggeleng, Feby pun mengerti apa maksudnya.

“Kenapa gak elo tanya Nell, kenalan gitu ?” Fikria ikut menimbrungi.

“Dasar dodol masa iya gue nyuruh ayah gue berhenti terus gue turun dan ngajak tuh cowok kenalan!” seru Nella kesal.

“Iya juga yah.” Setengah berfikir “Bagaimana kalau elo foto cowok itu biar gue sama Feby tau.” Fikria melanjutkan ide konyolnya. Nella menghembuskan nafas panjang kesal dengan ide bin ajaib dari temannya ini. Fikria hari ini kelewat tulalit padahal diantara mereka Fikria lah yang lebih pintar. Tapi disaat yang seperti ini ide-nya sangat menjengkelkan. Melihat reaksi Nella, Fikria hanya menyengir memasang wajah innocent-nya. Itu membuat Nella semakin geregetan dan Feby hanya terkekeh melihat kedua temannya itu.

Sama seperti hari kemarin hari ini pun otaknya dipenuhi oleh bayang-bayang laki-laki misterius tersebut. Semua pelajaran hari ini hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, tidak ada satu pun yang nyangkut diotaknya. Nella semakin tidak karuan dengan apa yang terjadi pada dirinya. Membuat ia gila dengan sosok asing yang ia-pun tidak mengenalinya. Hanya dengan tatapan mata ia seperti terhipnotis. Apa ini cinta? Nella jatuh cinta pandangan pertama. Jatuh cinta pada orang yang ia tidak tau namanya. Sungguh aneh tapi itu yang dirasakan Nella.

                                                                         *****



Entah apa yang membawanya kini ia persis tepat di depan kios copocopy tersebut. Sosok laki-laki yang dilihatnya dua hari berturut-turut kini hampir dekat denganya. Tatapan mata tanpa ekspresi hanya beberapa langkah darinya. Entah dari mana angin serasa kencang berhembus membuat bulu kuduknya merinding. Perlahan namun pasti Nella mendekati laki-laki tersebut untuk menuntaskan rasa penasarannya. Nella sudah berada didepan pemilik wajah pucat tersebut. Rasa canggung menyelimuti, untuk dapat menyapanya saja ia bingung. “Hey sedang apa disini” suara Nella bergetar ia sendiri pun tidak tahu apa yang membuatnya gemetar. Rasa grogi atau rasa takut. Lelaki tersebut tidak membalas. Bibirnya yang memutih tetap diam tidak bergerak. Nella semakin bingung keringat dingin pun meleleh didahinya. Tiba-tiba laki-laki tersebut menggenggam tangan Nella. Rasa dingin menjulur diseluruh tubuh. Tanpa bicara lelaki tersebut membawa Nella ke suatu tempat. Nella seperti terhipnotis ia hanya mengikuti saja.

Lelaki tersebut membawa Nella ketempat yang tidak jelas bahkan sulit digambarkan. Semuanya putih menyilaukan. Tiba-tiba ia melihat sebuah motor ninja berwarna merah melaju sangat kencang. Tidak lama dari arah berlawanan sebuah truk tronton melaju dengan kecepatan sedang. Sangking kencangnya sang pengendara motor tidak melihat kalau ada lubang besar didepannya. Untuk menghindari sang pengendara menge-rem mendadak namun tubuhnya terpelanting ke aspal. Nella berteriak sekencang-kencangnya “Awas ada truk…!!!” Truk tronton yang bermuatan banyak itu melindas tubuh sang pengendara bermotor yang tidak berdaya. Nella seketika mati kutu ia seperti melihat adegan tersebut nyata. Darah segar mengalir deras diaspal, tubuhnya remuk seperti tak bertulang, seragam sekolah putih abu-abunya bersimbah darah, potongan isi tubuhnya berantakan, namun kepala sang pengendara motor masih utuh dan helm yang menempel dikepalanya terlepas. Begitu kaget hampir copot jantung Nella setelah melihat wajah pengendara yang tidak bernyawa itu sama persis seperti wajah lelaki yang ada disampingnya.

Nella sangat ketakutan mulutnya menganga antara percaya atau tidak. Ia menatap lelaki disampingnya ketakutan, tubuhnya gemetar hebat. Lelaki tersebut melukiskan senyum dibibir pucatnya. Tanpa berkata apa-apa lelaki tersebut memberikan sebuah surat beramplop merah mudah. Tanda tanya muncul dibenaknya untuk apa dan untuk siapa amplok tersebut. Namun tiba-tiba lelaki tersebut menghilang melebur seperti debu.

“aaaahhhhaaaah”

“aaaaaaahhhhha”

“aaaahhhhhaaaa”

Nafasnya kian memburu degup jantungnya seperti orang habis berlari maraton. Nella terbangun dari tidurnya. “Sial ! kenapa aku bermimpi seram seperti tadi. Laki-laki tersebut, kecelakaan, berdarah. Aaaarrrgghhhh !” Nella mengurut-urut kepalanya. “Tidak habis fikir kenapa aku harus mimpikan lelaki asing? Dan kenapa mimpinya aneh? Apa ada sesuatu?” Kepalanya pusing, ia melirik jam bekker diatas nakas menunjukkan pukul 02:45. Masih malam pikirnya ia pun melanjutkan tidurnya. Namun entah kenapa matanya sulit terpejam. Bayangan-bayangan mimpi buruk tadi masih jelas tergambar.

                                                                             *****



Setelah ia terbangun dari mimpi buruknya ia tidak dapat melanjutkan tidur sampai pagi begini. Kepalanya terasa berat, matanya ngantuk sekali. Rasanya ia malas datang kesekolah. Namun rahasia dibalik laki-laki dan mimpinya semalam membuat Nella niat berangkat sekolah. Ia tidak sabar ingin melihat lelaki tersebut di persimpangan.

Perjalanan kesekolah menjadi sesuatu yang ditungu-tunggu. Kali ini ia meminta kepada ayahnya untuk memperlambat laju sepeda motor. Belum sampai di persimpangan degup jantungnya sudah lebih cepat dan aliran darahnya pun berdesir lebih hebat dari biasanya. Dan akhirnya lelaki pucat tersebut kembali bertengger didepan kios fotocopy. Ini sudah memasuki hari ke tiga setelah dua hari lalu Nella melihatnya. Tapi kenapa tidak ada yang berbeda. Seharusnya ia berganti seragam, bukankah setiap dua atau tiga hari sekali tiap sekolah harus berganti seragam. Tidak ada perubahan semuanya sama. Posisinya, seragamnya, sama seperti kemarin atau dua hari yang lalu. Nella mengamati inci demi inci lelaki tersebut. Benar saja lelaki ini mirip sekali dengan lelaki yang ada dimimpi buruknya. Seulas senyum mengembang diwajah laki-laki tersebut. Sama, dan sangat persis dengan senyum laki-laki yang tadi malam ada dimimpi buruknya. Lagi, dan lagi bulu kuduknya berdiri. “Kenapa setiap aku melihatnya aku merasa merinding? Ada apa dengannya?” Nella bertanya pada batin.

                                                                     *****

“Kusut banget muka lo Nel? Kenapa?” tanya Fikria.

“Gue tebak, pasti hari ini elo gak ketemu cowok gantang dipersimpangan itu yah?” timpal Feby. Nella tidak menjawab ia melanjutkan jalan kebangkunya.

“Eh ini orang ditanya malah meloyor pergi?” Feby dan Fikria mengekor dibelakang Nella.

“Ini aneh, bener-bener aneh.” ucap Nella membuat kedua dahi sahabatnya mengkerut bingung.

“Aneh kenapa sih, yang ada lo tu yang aneh.” sahut Feby sedangkan Fikria hanya manggut-manggut saja dibelakang. Nella pun bercerita panjang lebar tentang mimpinya semalam. Berharap kedua sahabatnya menanggapi ini dengan serius.

“Namanya mimpi itu bunga tidur. Sudah gak usah difikirin. Mungkin gara-gara elo terlalu mikirin cowok di persimpangan itu jadi elo mimpiin dia.” komentar Feby yang sebenarnya tidak diinginkan Nella. Menurutnya mimpi tadi malam bukan lah hanya bunga tidur tapi ada sesuatu lain yang masih jadi misteri.

“Iya benar itu yang dibilang Feby. Sudah enjoy saja jangan difikirin. Terus masalah lelaki itu bagaimana sekali-sekali lo temuin. Biar lo tau dia itu siapa.” Kini giliran Fikria yang berkomentar. Nella menengadahkan kepalanya, sedikit berfikir. Ucapan terakhir Fikria ada benarnya ia harus bertemu dengan lelaki tersebut.

“Nanti pulang sekolah gue bakal mampir di fotocopy tersebut. Lo berdua temenin gue yah?” Nella beranjak dari bangkunya dan membalikkan tubuhnya menghadap kedua sahabatnya.

“Kok kita berdua ikut-ikutan sih? Kita kan beda arah sama rumah lo.” sahut Feby diikuti dehem-an Fikria.

“Elo kan sahabat gue? kalian tega gue sendirian pecahin masalah ini.” Nella merajuk dan meloyor pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
“Eh eh tuh kan kayak anak bocah ngambek. Iya kita bantuin kok, kan best friend together.” Fikria segera mengekor Nella diikuti dengan Feby.

“Jangan ngambek dong Nella cantik. Oke nanti pulang sekolah kita beraksi seperti detekti untuk mencari cowok yang sudah buat sahabat gue gila kayak gini.” Ucap Fikria sambil memincingkan matanya yang lucu. Kemudian Feby dan Nella pun tertawa.

                                                                                               
 *****




Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar kelas. Nella, Feby dan Fikria pun keluar menuju toilet wanita. Pelajaran PKN tadi membuatnya ngantuk bahkan hampir tertidur. Bukanya hanya Nella tapi satu ruang kelas matanya berkunang-kunang menahan kantuk. Pak Suryadi yangt mengajar seperti mendongeng sehingga menina-bobokan seisi ruang kelas. Sampai ditoilet wanita Nella hendak mencuci muka. Dibasuhnya wajah mulusnya dengan air dari wastafel. Tubuh Nella terpantul dicermin sangat berantakan. Kantung matanya membesar, efek tidak bisa tidur semalam. Rambutnya acak-acakan tergurai tidak teratur.

“Nell, hari ini lo kenapa sih muka lo kusut, rambut acak-acakan, dikelas nguap melulu.” Ujar Fikria menatap Nella dicermin.

“Kan sudah gue bilang ini gara-gara mimpiin cowok dipersimpangan itu. Makanya gue minta tolong sama kalian berdua buat mencari tau siapa dia.” ucap Nella sambil menyisir rambutnya dengan cari tangan.

“Tapi apa nanti kita bakal ketemu cowok itu? Kita kan gak tahu rumahnya dimana.” ucap Feby yang mematahkan semangat Nella.

“Iya juga sih terus gimana dong?” tanya Nella yang sambil berbalik badan memunggungi cermin.

Kedua sahabatnya diam berfikir. Seketika toilet wanita hening karena hanya Nella dan kedua sahabatnya saja yang ada disini.

“Kalian kelamaan mikirnya, yasudah nanti pulang sekolah kita jadi ke persimpangan itu. Nanti gue coba tanya sama yang punya kios fotocopy, cowok itu kan setiap pagi berada disana. Siapa tau dia anak, atau saudaranya yang punya kios fotocopy tersebut.” celoteh Nella bersemangat. Kedua sahabatnya hanya menganguk meng-iya-kan.
Setelah mereka bertiga fix dengan rencananya. Mereka keluar toilet hendak kekelas karena sebentar lagi bel masuk kelas berbunyi.

                                                                               
*****



Mereka bertiga sampai di persimpangan jalan. Tepat didepan kios fotocopy tersebut. Namun tidak terlihat lelaki yang cari. Nella, Fikria, dan Feby seperti anak hilang berdiri dipinggir jalan. Tidak tahu harus ngapain.

“Kan sudah sampai didepan fotocopy, terus kenapa kita masih diam disini Nell? Katanya elo mau tanya sama pemilik kios fotocopy itu.” tanya Feby.

“Tapi gue malu Feb, gimana gue mulai tanyanya yah” sahut Nella.

“Yaudah begini saja, nanti gue pura-pura beli sesuatu. Nah elo sekalian tanya tentang laki-laki yang biasa setiap pagi berdiri disini.” ujar Fikria memberi ide cermelang. Mereka melangkah bersamaan kedalam kios fotocopy tersebut. Mata Nella menerawang sekelilingan. Ia mendengar seperti ada yang memanggilnya sayup-sayup.

“Eh kalian disini dulu yah. Beli apa gitu supaya gak bengong. Nah gue mau kesana dulu.” ucap pelan Nella sambil menunjuk samping kios fotocopy ini.

“Elo ngapain kesana? Bukannya elo mau tanya sama pemilik kios fotocopy ini.” Feby menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal. Ia bingung dengan tingkah aneh Nella.

“Iya nanti gue tanyanya. Sekarang elo pura-pura beli apa dulu. Oia elo beli kertas karton saja buat praktek seni budaya. Gue mau kesana dulu, kalian jangan ikut. Ini penting.” ucap Nella. 

Kedua temannya mengikuti saja kemauan Nella. Walaupun Fikria dan Feby tidak mengerti apa yang hendak dilakukan Nella disamping kios ini. Nella melangkah mebcari sumber suara yang memanggilnya. Suara itu membimbing Nella kesamping tembok kios. Rasa takut bercampur penasaran menjalar dari kepala sampai kaki. Disana ia melihat lelaki berdiri membelakanginya. “Siapa laki-laki itu? Apa dia yang memanggil aku tadi. Tapi kenapa dia tahu nama aku?” gumam Nella sendiri. Nella melangkahkan kaki mendekati lelaki tersebut. Kini ia telah berhadapan lekat dengan laki-laki tersebut. Namun lelaki tersebut masih membelakangi. Dengan penuh keberanian Nella ingin menyentuh pundak lelaki tersebut. Tapi sebelum tanggannya menyentuh pundak lelaki tersebut membalikkan badan. Kaget tidak percaya ternyata lelaki dihadapannya adalah lelaki yang selama tiga hari ini dilihatnya. Iyah, laki-laki yang ada dimimpinya tadi malam dan membuat hari-hari Nella menjadi aneh. Keringat mulai bercucuran, hawa dingin bercampur aneh merasuk sampai ketulang, wajah pucat yang selama ini membuat ia penasaran kini hanya beberapa centi dari wajahnya. Itu membuat dirinya bergidik merinding.

“Kamu mencari aku?” suara berat agak serak terdengar dari bibir lelaki yang ada dihadapannya.

“Eee….eee…” Nella hanya dapat bergumam, lidahnya keluh. Ia menelan air liurnya untuk menetralkan rasa takut. Ia bingung kenapa lelaki ini bisa tahu tujuannya datang kesini.

Lelaki tersebut tersenyum, senyum yang manis menghias dibibir pucatnya. Wajahnya tampan, memang sangat tampan. Rahangnya tirus, hidungnya macung dengan garis yang ramping, sepasang mata hitam bulat yang menusuk dan dilengkapi alis tebal membuat sorot matanya makin tajam. Sungguh apik. Tapi kenapa Nella takut memandang wajahnya bahkan merinding jika menatap sepajang bola matanya.

“Kenapa kamu tau, memang kamu….” Belum selesai Nella bicara.

“Aku Satria, kamu pasti Nella” Lelaki tersebut memotong ucapan Nella. Nella semakin bingung kenapa lagi-lagi dia tau apa yang ada difikirannya. Tadinya Nella ingin bertanya siapa dia tapi sebelum ucapannya selesai lelaki itu sudah menjawabnya. Terlebih kenapa dia tau nama Nella padahal baru kali ini mereka bertemu. Nella mencoba mencubit lengannya sendiri, mungkin ini hanya mimpi. “aww..” ia meringis pelan. Ternyata ini bukan mimpi ini nyata.

“Kok kamu tau? Sebenarnya kamu ini siapa kenapa kamu tau semua yang ada difikiran aku.” tanya Nella ketakutan.

“Karena hanya kamu yang dapat membantu aku.”

“Bantu? Aku bantu apa?” Nella semakin tidak mengerti apa yang terjadi.



“Nella…. Nella…” teriak Fikria beberapa langkah dibelakang Nella. Ia pun berbalik badan menghampiri Fikria.

“Fik, gue sudah ketemu orangnya. Ternyata namanya Satria itu orangnya ada dibelakang.” Nella dengan semangat menarik pergelangan tangan Fikria, namun ia kaget setelah melihat ke belakang kalau Satria sudah tidak ada. Dicarinya lelaki tersebut tapi tetap tidak ada.

“Satria…satriaaa. Kamu dimana? Kok ngehilang gitu saja sih?” berkali-kali nama Satria dipanggil namun ia tidak menampakkan diri.

“Uuughhh gak sopan masa pergi gitu saja.” Dengus kesal Nella. Sedangkan Fikria masih bengong melihat tingkah Nella.

“Tadi itu Satria ada disini Fik, beneran gue gak bohong. Malah tadi sempat mengobrol sedikit. Mungkin dia malu kali ada elo yah.” Nella masih mencoba meyakinkan Fikria kalau tadi ia benar bertemu dengan lelaki yang selama ini membuat Nella penasaran.

“Nell, kok sakit yah? Jelas-jelas tadi gue cuma melihat elo disini sendiri. Cuma sendirian. Makanya gue panggil elo karena ada yang gak beres, elo ngomong sendiri.”

“Enggak Fik, gue tadi disini bareng Satria.” Nella tetap kekeuh tak mau kalah.

“Yaudah kita pulang saja yuk, biar elo istirahat.” Ajak Fikria lembut, ia masih pengertian dengan kondisi sahabatnya yang begini. Mungkin pikir Fikria, Nella hanya frustasi dengan sosok lelaki misterius itu. Nella menurut saja, kepalanya linglung dan tubuhnya lemas.

“Fik, Nella kenapa? Kok dia begini?” ucap Feby yang sedari tadi menunggu kedua sahabatnya di bangku panjang depan kios fotocopy. Feby ikut memegangi tubuh Nella yang lemas. Lalu membuka tasnya mengambil air mineral sisa disekolah tadi. Beberapa tegukkan air dapat sedikit menyegarkan tenggorokkan Nella. Ia berdiri tegap menuju meja etalase disana berdiri seorang bapak-bapak berusia kira-kira  40 tahun yang sedang merapihkan barang-barang dagangannya.

“Permisi pak, saya mau tanya disini ada yang namanya Satria gak? Wanak SMA?” tanya Nella menuntaskan hasrat penasarannya.

“Disini gak ada yang namanya Satria neng.” jawab bapak itu dan kembali menyapukan kemoceng dimeja etalasenya.

“Serius pak? Kalau tetanggga disekitar sini gak ada yang namanya Satria.” Nella bertanya lagi sebab belum puas.

“Iya neng, saya sudah tingggal disini kira-kira 10 tahun masa saya tidak peka sam lingkungan disini. Pasti saya tau tetangga-tetangga saya neng.” jawab pemilik fotocopy itu lagi. Tiba-tiba Nella teringat mimpinya semalam. Kecelakaan, lelaki itu, mungkin ada kaitannya disini pikir Nella.

“Pak disini pernah terjadi kecelakaan gak? Yang korbannya anak sekolah?”

Setengah berfikir bapak pemilik fotocopy itu seperti mengingat sesuatu. “Pernah neng, baru empat hari yang lalu terjadi kecelakaan tepat didepan sini. Seorang pengendara motor kalau tidak salah motor ninja merah  tewas terlindas truk tronton badannya remuk. Naasnya ternyata korbannya itu anak SMA. Seragam putih abu-abu yang dipakainya darah semua sampai merembas pokonya ngeri neng ngelihatnya.” Setelah mendengar cerita dari bapat tersebut tubuh Nella sempoyongan. Kedua sahabatnya yang melihat langsung memapah agar Nellla tidak tumbang.

“Nell, lo kenapa nel?” Feby mengusap-usap kening Nella ia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.

“Fik, Feb, antar gue pulang yah. Gue gak kuat.” Suara Nella melamah.

                                                                     *****



Nella tidak bisa tidur, dari tadi ia hanya membalik-balik badannya saja samapi seprei dan selimutnya berantakan. Ia masih tidak percaya dengan hari ini. Apalagi ditambah kenyataan kalau ternyata lelaki di persimpangan yang setiap pagi dilihatnya ketika berangkat sekolah ternyata adalah hantu. Satria, ternyata satri itu sudah meninggal. Mimpi buruknya kemarin malam ternyata adalah peristiwa nyata kecelakaan Satria. Kecelakaan tersebut terjadi empat hari lalu, sekarang hari Kamis berarti kecelakaan tersebut terjadi hari Senin. Dan saat pertama kali Nella melihat Satria itu hari Selasa. Berarti dari awal Nella hanya melihat hantu.

“Aaaaaarrrgggg ! kenapa ini harus terjadi sama aku. Kenapa harus aku Ya Allah? Apa maksud dari semua ini. Aku bertemu hantu, memimpikan hantu, dan berbicara dengan hantu? apa aku sudah gila.” Nella mengutuki dirinya sendiri. Ia menarik nafas pajnag dan menghembuskan dengan keras. Lalu mencoba memejamkan matanya agar tertidur. Tiba-tiba terdengar suara yang entah dari mana asalnya. Jantung Nella berpacu sangat cepat, keringat dingin mengalir, diikuti bulu kuduk yang merinding. Ia menutup wajahnya dengan bantal lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


                                                            ““Karena hanya kamu yang dapat membantu aku.”

*Mohon maaf kalau banyak kesalahan dalam kata, tanda baca, EYD. Karna masih tahap belajar dan terus belajar



Selasa, 03 Desember 2013

Pesona Alam Papua

Diposting oleh Unknown di 22.39 0 komentar


Siapa bilang tanah Papua tidak ada obyek wisata yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme budaya dan sumber daya alamnya yang melimpah. Jika dilihat daari atlas atau peta sekilas pulau ini berbentuk seperti burung Cendrawasih. Hal itu yang menjadi maskot Pulau Papua. Namun tidak hanya burung cendrawasih saja, Pulau Papua kaya akan flora dan fauna yang dimilikinya. Papua pun memiliki panorama alam yang sungguh eksotis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Pulau ini. Pulau yang masih asli dan belum tersentuh tangan-tangan nakal. Nah kita akan bahas pada posting kali ini, ada apa saja di tanah Papua ini.


Pesona wisata perairan RAJA AMPAT








Siapa yang tidak kenal dengan wisata Raja Ampat ini? Ekspedisi bawah laut yang sudah mendunia dan menjadi surganya para pecinta diving. Kita dapat menikmati keindahan terumbu karang daan biota laut didalamnya serta pemandangan bahari yang mengesankan. Raja Ampat atau "Empat Raja" adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau ini. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang di maksud itu adalah Waigeo, Salawi, Batanta, Misol yang merupakan penghasil lukisaan batu kunoWilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini. Wow luar biasa, bangga jadi anak Indonesia punya Pulau yang begitu kayanya :)






Saya seperti anak 5 tahun yang baru pertama kali melihat terumbu karang, terkagum-kagum denganpesona terumbu karang terkaya ini. Dengan segala sumber daya yang ada, kita harus melestarikan keindahan Raja Ampat dan mungkin menjadi tempatterakhir.
(Michael Aw dalam www.iriandiving.com)
Khusus untuk yang tidak tertarik dengan aktivitas menyelam, hamparan laut biru yang membiaskan keindahan langit, taburan pasir putih yang memancarkan kilaunya bagaikan mutiara, bisa dinikmati. Selain itu, masih ada gugusan pulau-pulau yang memesona dan flora serta fauna unik seperti cenderawasih merah, cenderawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis bunga anggrek. Keindahan yang alami, seolah benar-benar tidak tersentuh telah menjadi daya tarik utama di sini. Tidak perlu ungkapan keindahan langit yang biru atau pulau yang menghijau subur, karena apa yang ada di atas daratan dan di bawah lautnya akan mengatakan kepada Anda “Selamat datang di Raja Ampat"  inilah surga keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.    







 Tidak diragukan lagi, Raja Ampat adalah laut yang paling kaya akan ikan yang pernah saya kunjungi.
(Dr G.R. Allen dalam www.iriandiving.com)


Puncak JAYA WIJAYA (Carstenz)


Satu lagi keindahan alam yang diciptakan Tuhan di tanah Papua ini, yaitu puncak Jaya Wijaya yang sering disebut Puncak Carstenz. Kenapa di sebut Carstenz?

Karena dulu pada tahun 1623, seorang penjelajah Belanda, Jan Carstensz, menemukan gunung ini dan menamakan gunung itu dengan nama belakangnya. Keajaiban adanya salju abadi yang menyelimuti puncak gunung ini menjadi impian para pendaki. Ini merupakan satu-satunya fenomena unik yang ada di Indonesia, secara Indonesia yang terletak digaris khatulistiwa memang memiliki iklim tropis sepanjang masa. Sehingga tidak mungkinkan adanya turun salju diwilayah ini. 




Puncak tertinggi di asia Tenggara dan Pasifik ini, berada di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini juga terdaftar sebagai salah satu dari 7 puncak benua (seven summit) yang sangat fenomenal. Puncak Jayawijaya ini terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua. Ketinggiannya yang mencapai 4.884 dapl membuat salju abadi pun menutupi puncak gunung di Papua ini. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya bagaikan permadani yang diselimuti tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan akan memantulkan cahaya matahari yang menyilaukan namun tetap mengagumkan. 



Namun yang disayangkan, salju abadi ini diperkirakan bakal menyusut, bahkan mengering. Penyusutan tersebut di akibatkan oleh pemanasan global. sehingga bukan tidak mungkin kelak pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi pada gunung Kilimanjaro di Tanzania. Ayo kita hentikan pemanasan global, agar anak cucu kita nanti masih dapat melihat indahnya salju di Puncak Gunung JayaWijaya!

Danau Sentani




Tadi kita sudah membahas lautnya dan gunungnya bumi Papua. Nah tidak ketinggalan pula di Papua ada banyak danau yang memukau siapa saja yang melihat tidak kalah dengan danau Toba yang ada di Sumatra Utara. Salah satunya Danau Sentani. 


Danau ini memiliki pemandangan yang indah di atas kilauan air, terletak di dekat Jayapura, ibu kota Papua. Keheningan air akan membuat kita merasa damai seperti berada di surga. Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan tumbuhan subur sebagai latar belakang yang indah dan melindungi 24 desa yang betengger sekitar danau menjadikan danau ini sangat indah dan unik. Orang-orang di sini ramah dan kreatif, hasil kerajinan tangan mereka merupakan yang terbaik di tanah Papua. Hidup sebagai nelayan dan lokasinya yang dekat dengan ibu kota provinsi, adalah alasan mengapa sebagian besar penduduk sekitar danau terbuka pada pengunjung. Rumah panggung dengan kolam dan jaring adalah pemandangan umum di danau. Danau ini merupakan rumah bagi setidaknya 33 jenis ikan, yang hampir separuh dari mereka adalah asli danau ini. ikan gergaji (Pristis Microdon) merupakan ikan asli danau ini, namun kini diperkirakan sudah punah. Ikan ini merupakan salah satu ornamen adat pada kerajinan kayu Sentani. Desa di sekitar Danau Sentani ini mempunyai adat yang berbeda namun berasal dari budaya yang sama. Nah adanya upacara Isolo yaitu upacara yang menyatukan perbedaan budaya dari 24 Desa disekitar danau. Upacara ini daapat dilihat sebagai Festival Danau Sentani yang biasa digelar selama bulan Juli.




Inilah beberapa destinasi wisata yang terdapat di bumi Papua dan ini belum semuanya. Masih banyak tempat-tempat indah di tanah Papua ini. Sungguh menakjubkan bukan? Betapa kayanya dan indahnya pulau Papua, tetapi mengapa rata-rata penduduk Papua masih miskin?

Kita baru sadar kan betapa indahnya dan kayanya pesona alam Indonesia. Kita baru membahas satu pulau lho Papua. Bagaimana dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia yang menyimpan kejutan yang lebih mempesona. Seharusnya kita sebagai anak bangsa penerus generasi kita harus tau, mempelajari, dan melestarikan kekayaan alam yang sudah Tuhan titipkan pada negeri ini. Jangan sampai keindahan alam ini hancur bahkan hilang tergerus jaman dan ulah tangan-tangan nakal. 

sumber http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/50/papua
 

Olive's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review