Kamis, 24 April 2014

Seputar Fakta dan Mitos tentang AURORA

Diposting oleh Unknown di 20.25 0 komentar
Salam Blogger.
Pada postingan ini saya akan membahas seputar aurora diperuntukan sebagai tugas Matematika dan ilmu alamiah dasar.  Manusia dalam perkembangan hidupnya mengalami anehnya fenomena alam seperti salah satunya aurora. Dalam penelitiannya aurora mengalami banyak komentar seperti mitos – mitos yang berkembang.
·         Aurora merupakan salah satu kejaiban alam yang diberikan oleh Tuhan dan dapat dibuktikan secara ilmiah keberadaannya. Telah muncul berbagai macam mitos dari zaman dahulu di saat para pendahulu mencoba menafsir keajaiban alam yang terjadi di bumi. Namun, seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dewasa ini para ahli dapat meretas mitos-mitos tersebut dalam penjabarannya secara ilmiah. Sehingga membuat mitos yang terkadang menyesatkan dapat ditinggalkan masyarakat terdidik. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menyanggah mitos tentang aurora yang mengatakan bahwa cahaya yang dihasilkan adalah cahaya milik dewa fajar dalam mitos Yunani karena secara ilmiah itu adalah mustahil. Semoga postingan ini bermanfaat.



Pengertian Aurora

·         Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya).
·         Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet akibat dari interaksi antara medan magnet dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari. Di bumi aurora terdapat pada daerah Kutub utara dan kutub selatan dimana medan magnetnya paling besar.yaitu aurora borealis pada kutub utara dan aurora austrialis pada selatan.

·         Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan kutub Selatan magnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan namaAurora Borealis (IPA /ɔˈɹɔɹə bɔɹiˈælɪs/), yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.

·                         Kemunculan aurora di angkasa kawasan Kutub Utara selalu mengundang decak kagum. Misteri mengenai sumber energi penyebab cahaya spektakuler itu kini terkuak. Satelit-satelit NASA telah menemukan semacam tali magnetik raksasa yang menghubungkan atmosfer bumi dan matahari. Tali magnetik itulah yang menyalurkan energi matahari sehingga tercipta aurora. Tali magnetik adalah medan magnet yang terjalin seperti tali tambang. Wahana antariksa sebelum ini sudah mengetahui keberadaan tali magnetik itu sekilas, namun belum ada yang berhasil memetakan strukturnya. Di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.

    Macam Aurora


Aurora terjadi pada belahan bumi kutub utara dan kutub selatan yang memiliki perbedaan, seperti berikut :
1. Aurora Borealis


Borealis adalah kata Yunani untuk angin utara. Pada bagian belahan bumi utara, gejala alam yang sama ini disebut sebagai Northern Lights atau aurora borealis. Aurora Northern Lights hanya dapat dilihat pada wilayah Lingkaran Arktik, di sebelah utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia. Pada belahan bumi bagian bumu utara, Aurora Baroealis terjadi seringkali terlihat dengan warna kemerahan di ufuk utara. Seolah-olah menunjukkan matahari akan terbit dari bagian itu. Aurora Borealis kerap kali terjadi pada waktu tertentu pada bulan September dan Oktober, kemudian antara bulan Maret dan April
2. Aura Australis

Pada aurora Australis mendapatkan namanya yang disesuaikan dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar. Kemudian Australis berasal dari bahasa Latin yang berarti Selatan, sedangkan  Aurora Australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan. Aurora Australis  yang terjadi pada belahan bumi bagian selatan (Antartika) yang memiliki sifat yang hampir sama dengan Aurora Borealis. Namun Aurora Australis kadang-kadang mulai tampak pada puncak gunung iklim tropis, contohnya pada gunung tertinggi di Indonesia.

Proses Terjadinya Aurora


Fenomena Aurora terjadi karena tumbukan atom-atom yang mengenai partikel-partikel yang memiliki muatan, terutama elektron dan proton yang berasal dari Matahari. Partikel-partikel ini, kemudian terlempar dengan kecepatan tinggi yang lebih dari 500 mil per detik, kemudian terhisap oleh medan magnet Bumi yang berada di sekitar kutub utara dan selatan.
Pada bagian penting mengenai aurora ini bisa terbentuk yakni karena “angin Matahari” yaitu sebuah aliran partikel yang berasal dari Matahari. Angin Matahari tersebut membuat pergerakan sejumlah besar partikel listrik di atmosfer (sabuk Van Allen) .Energi inilah yang kemudian mempercepat gerak partikel sampai ke atmosfer yang kemudian akan bertabrakan dengan berbagai gas. Lalu menghasilkan warna-warna yang bergerak di angkasa.
Proses terjadinya aurora menimbulkan cahaya berwarna yang merupakan hasil dari partikel dan atom berbeda yang mengalami benturan. Perbedaan warna-wanBeberapa warna yang dihasilkan karena fenomena aurora, yaitu :
  •  Aurora hijau – Hal ini terjadi akibat benturan partikel elektron dengan molekul nitrogen.
  • Aurora merah – akibat terjadinya benturan antara partikel elektron dengan atom oksigen.
  •  Aurora hijau dan kuning – Terjadi karena partikel dengan muatan bertabrakan dengan oksigen.
  •  Aurora biru – Ketika terjadi tabrakan antara partikel dengan nitrogen.


Jika diuraikan dengan kata-kata, keindahan langit memang  tidak akan pernah ada habisnya. Sungguh Maha Besar bagi Dia yang menciptakan langit dengan segala isinya.Kali ini kita akan bersama-sama menguraikan rasa penasaran tentang cahaya yang berpendar luar biasa anggun dalam dinginnya atmosfer lintang tinggi. Kemilau cahayanya yang terang menyerupai fajar di pagi hari, mampu menimbulkan mitos di kalangan Bangsa Yunani. Mereka menyebut pendar cahaya itu sebagai kehadiran Sang Dewa Fajar. Namun demikian, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mitos Dewa Fajar itu telah tersisihkan dengan nama Aurora.
  • Aurora merupakan pancaran cahaya pada langit daerah lintang tinggi, sebagai akibat atas pembelokan partikel angin matahari oleh magnetosfer ke arah kutub, serta adanya reaksi dengan molekul-molekul atmosfer.



  •       Matahari, atau Bintang merah yang menjadi pusat orbit planet-planet wilayah tatasurya ternyata hanyalah satu diantara milyaran bintang lainnya di galaksi bimasakti. Pada inti pusatnya, ia memiliki suhu 14 juta kelvin dengan tekanan 100 milyar kali lipat tekanan atmosfer di bumi. Cahaya yang dipancarkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir yang terjadi pada inti bintang. Secara konveksi, energi hasil reaksi fusi tersebut dialirkan ke permukaan. Dari aliran konveksi tersebut, tercipta medan magnet yang sangat kuat di permukaan matahari. Daerah-daerah medan magnet tersebut relatif gelap (lebih dingin) dari pada sekitarnya, sehingga ia dinamakan bintik matahari atau sunspot.
  • Menurut Pak Ma’rufin, sunspot ini dianggap sebagai bendungan pasir pada arus air yang liar, nah ketika kekuatannya sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. ‘Jebol’nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Energi yang dilontaran keluar matahari tersebutlah  yang disebut sebagai angin matahari. Jika dengan intensitas yang besar maka dinamakan badai matahari.


                                                                              
    Proses terjadinya angin matahari. Dimulai dengan terbentuk nya sunspot yang menciptakan medan magnet. Karena kekuatan sudah tak sanggup lagi menahan tekanan arus, maka ia akan ‘jebol’. Jebol nya sunspot ini akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan sebagai arus proton atau elektron. Image Credit : UIO Oslo university
  •  Perjalanan angin matahari menuju bumi, dapat ditempuh selama 18 jam hingga 2 hari perjalanan antariksa. Ketika melewati Merkurius dan Venus, angin matahari akan langsung begitu saja menerpa atmosfernya, sehingga planet tersebut mengalami peningkatan suhu yang luar biasa akibat dari terpaan aliran proton dan elektron yang dibawanya. Namun demikian, lain halnya ketika angin matahari itu menghantam bumi.
  • Bumi ini bagaikan magnet yang berukuran sangat besar, dengan kutub-kutub magnetnya hampir berdekatan dengan kutub geografis bumi. Sehingga bumi ini dilapisi oleh medan magnet (magnetosfer) yang berbentuk sebuah perisai yang mirip dengan buah apel, dimana bumi berada pada inti buahnya dan magnetosfer berada pada kulit buah apel.magnetosfer ini terdiri dari beberapa lapisan, dengan lapisan terbawahnya, sabuk radiasi van allen yang berada di sekitar ekuator (khatulistuwa). Layaknya sebuah perisai, magnetosfer dan sabuk van allen melindungi bumi dari terpaan partikel angin matahari.


                                                                       
    Angin matahari ditunjukkan pada garis kuning sedang medan magnet bumi ditunjukkan pada garis biru.
     
  • Ketika angin matahari menerpa magnetosfer, partikel-partikel angin matahari dibelokkan dan tertarik menuju kutub medan magnet bumi. Semakin tinggi energi partikel, maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus olehnya. Aliran partikel yang tertarik ke kutub medan magnet bumi akan bertumbukan dengan atom-atom yang ada di atmosfer. Energi yang dilepaskan akibat reaksi dari proton dan elektron yang bersinggungan dengan atom-atom di atmosfer, dapat dilihat secara visual melalui pendar cahaya yang berwarna-warni di langit, atau yang kita kenal sebagai Aurora. Di kutub utara bumi, aurora ini disebut sebagai aurora borealis, dan di kutub selatan, disebut sebagai aurora australis.
  • Interaksi antara angin matahari dengan medan magnet bumi. Sebagian partikel-partikel matahari tertarik menuju kutub.
  • Reaksi antara partikel angin matahari dengan atmosfer bumi, menghasilkan berbagai macam warna pada aurora. Perbedaan warna ini dipengaruhi oleh jenis atom yang berinteraksi dengan proton dan elektron, mengingat pada ketinggian-ketinggian tertentu, jenis atom penyusun atmosfer tidaklah sama. Pada ketinggian di atas 300 km, partikel angin matahari akan bertumbukan dengan atom-atom hidrogen sehingga terbentuk warna aurora kemerah-merahan. Semakin turun, yakni pada ketinggian 140 km, partikel angin matahari bereaksi dengan atom oksigen yang membentuk cahaya aurora berwarna biru atau ungu. Sementara itu, pada ketinggian 100 km proton dan elektron bersinggungan dengan atom oksigen dan nitrogen sehingga aurora tervisualisasikan dengan warna hijau dan merah muda.

·    Cahaya Aurora yang berwarna warni mengandung arti ketinggian.



·         Jika teman-teman berniat dan berminat untuk melihat keelokan aurora secara langsung, bisa langsung saja berkunjung ke daerah-daerah lintang tinggi, seperti Kanada, New Zeland, Antartika, dll. Ketika aktivitas matahari dalam keadaan stabil, maka frekuensi terbentuknya aurora lebih sering pada bulan-bulan ekuinoks. (ekuinoks musim semi jatuh pada tanggal 23 Maret, dan ekuinoks musim gugur adalah tanggal 21 September). Namun demikian ketika aktivitas matahari sedang meningkat, atau dengan kata lain intensitas angin matahari tinggi, maka cahaya aurora pun akan terbentuk semakin terang.


Mitos Aurora


·         Pada mitologi Romawi kuno, Aurora adalah Dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya matahari. Profil Dewi Aurora juga dapat kita temukan pada tulisan hasil karya Shakespeare.
            Sejak zaman dulu, telah banyak teori yang diajukan untuk menjelaskan fenomena ini dan sebagian teori kelihatannya sudah tidak relefan pada masa sekarang. Benjamin Franklin berteori bahwa “Misteri Cahaya Utara” itu disebabkan oleh konsentrasi muatan listrik di daerah kutub yang didukung oleh salju dan uap air. Kristian Birkeland juga berteori bahwa Auroral Elektron terjadi dari sinar yang dipancarkan matahari, dan elektron tersebut dibimbing menuju kutub utara.
·         Aurora Borealis memang sering terjadi antara bulan Maret-April dan Agustus-September-Oktober. Aurora Borealis adalah fonemana pancaran cahaya yang terjadi di daerah utara atau kutub utara. Pada saat Aurora Borealis terjadi, seakan-akan matahari akan terbit dari sebelah utara.



·   Pembuktian Ilmiah

·          
·         Pada tahun 1958 suatu regu peneliti yang dipimpin oleh James van Allen menemukan sabuk-sabuk radiasi yang terdiri dari partikel-partikel bermuatan (kebanyakan adalah elektron-elekton dan proton-proton) yang bergerak mengitari bumi dalam lintasan yang berbentuk donat. Mereka menemukan sabuk-sabuk radiasi ini setelah mengevaluasi data-data yang dikumpulkan oleh peralatan yang ada di Satelit Explorer I.
·          Partikel-partikel bermuatan yang terperangkap oleh medan magnetik tak seragam bumi, mengitari garis-garis medan magnetik bumi dari kutub ke kutub dengan lintasan spiral. Partikel-partikel ini terutam a berasal dari matahari serta sebagian lain berasal dari bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya. Oleh karena itu, partikel ini dinamakan sinar-sinar kosmik. Kebanyakan sinar-sinar kosmik dibelokkan oleh medan magnetik bumi dan tidak pernah mencapai bumi. tapi beberapa sinar-sinar kosmik lolos dan terperangkap. Sinar-sinar kosmik inilah yang menyusun sabuk-sabuk radiasi yang ditemukan oleh regu peneliti di atas dan diberi nama sabuk-Sabuk van Allen.
·         Ketika partikel bermuatan ini berada di atmosfer bumi akn sering bertumbukan dengan atom-atom lainnya, menyebabkan partikel-partikel ini memancarkan cahaya tampak yang sekarang dikenal dengan nama aurora.
            Aurora terbagi berdasarkan wilayah dimana aurora itu terlihat. Aurora yang ada di sebelah utara dsikenal dengan nama Aurora Borealis. Nama borealis berasal dari bahasa Yunani yang berarti Angin Utara.
·         Hal ini disebabkan Aurora ini tampak kemerah-merahan di ufuk utara seolah olah matahari akan terbit dari arah tersebut. Suku Inuit atau orang Eskimo mempercayai bahwa hal tersebut karena para arwah sedang bermain bola menggunakan kepala singa laut. Mereka juga percaya bahwa orang yang sering menonton “pertandingan” itu akan menjadi gila. Aurora yang berada di sebelah selatan disebut Aurora Australis karena aurora ini sering terlihat di Benua Australia. Aurora ini sering terlihat berwarna kehijau-hijauan.
            Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer bumi akibat medan magnetik, dan partikel yang dipancarkan matahari. Sumber energi utama dari aurora adalah angin matahari yang mengalir melewati Bumi. Magnetosfer dan angin matahari terdiri dari gas terionisasi yang menghantarkan listrik.
Aurora yang terjadi tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859 mungkin adalah yang paling spektakuler sepanjang sejarah. Aurora di Boston tanggal 2 September 1859 juga dimuat oleh New York Times.
·                     Fenomena Aurora Borealis telah lama menarik perhatian para Ilmuwan. Andres Celcius, antara rentang tahun 1716 sd. 1732 mengamati Aurora Borealis dan menghasilkan sekitar 300 pengamatan yang dipublikasikannya. Celcius adalah seorang Professor Astronomi yang namanya diabadikan sebagai satuan pengukur suhu.
·                     Penerima nobel asal Belanda bernama Pieter Zeeman mempublikasikan laporan tentang Aurora Borealis yang terlihat di Zonnemaire. Elias Loomis juga menerbitkan serangkaian laporan mengenai Aurora di American Journal of Science.
            Aurora juga terjadi pada Planet lain dalam tata surya, misalnya Planet Uranus dan Neptunus. Jupiter dan Saturnus memiliki medan magnet yang lebih kuat dari Bumi dan memiliki sabuk radiasi yang besar. Teleskop Huble digunakan untuk menangkap terjadinya Aurora di planet lain.
Tgl. 14 Agustus 2004, Pesawat Mars Express mendeteksi terjadinya Aurora di planet Mars, para Ilmuwan mempelajari dengan memasukkan data-data yang dihasilkan Mars Global Surveyor, dimana daerah emisi berhubungan dengan suatu daerah yang memiliki medan magnet paling kuat, dan menunjukkan bahwa asal-usul emisi cahaya adalah aliran elektron.
            Pada sebuah fenomena Aurora, satelit menangkap gambar Aurora yang terlihat seperti “cincin api”. Aurora-aurora jenis lain juga diamati dari luar angkasa, misalnya “Poleward Busur”, tapi tampaknya masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai fenomena ini, mengingat fenomena ini sangat jarang akan terjadi.
            Aurora dan arus terkait menghasilkan emisi radio sekitar 150 kHz, dikenal sebagai radiasi Auroral Kilometric yang ditemukan pada tahun 1972 dan dapat diamati dari luar angkasa. Masih banyak hal lain yang harus di teliti dan di pelajari menyangkut proses yang terjadi pada Aurora

  Referensi:
Fredette. 2006. Visual Ilmua dan pengetahuan Populer untuk Pelajar dan Umum: Memahami alam Semesta. Bandung: PT Bhuana Ilmu Populer.
Sudibyo. 2011. Mengenal Badai Matahari (Dan Implikasinya bagi Pengukuran Arah Kiblat). Diakses di http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150220689144595
Visualisasi: http://vimeo.com/25811412
Aurora Image Credit : Shawn Malone, Lundeimages.com

·          


Selasa, 04 Februari 2014

Karya Sastra Tahun 60an

Diposting oleh Unknown di 18.41 0 komentar
Contoh cover novel



Judul             : Pertemuan Dua Hati
Pengarang      : N.H.Dini 
Penerbit         : PT.Gramedia pustaka utama
Kelebihan       : 
1. Covernya cukup menarik dengan warna-warna yang menarik. 
2. Tulisan dan bahasanya mudah di mengerti dan mudah di baca.
Kekurangan    : 
1. Kertasnya kusam 
2. Tidak terdapat gambar di setipa halaman sehingga kurang menarik 
Kerangka Novel Di sebuah kota hidup seorang gadis yang bernama Suci. Ia ingin menjadi sekertasi. Ia menikah dengan seorang pria yang berprofesi sebagai montir. Ia pindah ke kota lain mengikuti suaminya. Wasito hanya membuat onar dikelas. Wasito adalah anak yang baik dan pintar. Akhirnya Wasito menjadi anak yang pintar di kelas. Sinopsis novel Di sebuah kota hidup seorang gadis yang bernama Suci. Ia ingin sekali menjadi seorang sekertaris. Tetapi orang tuanya menginginkan dia untuk menjadi seorang guru. Akhirnya ia pun menuruti kehendak orang tuanya. Hingga suatu hari ia pun menikah dengan seorang pria yang berfrofesi sebagai montir. Ia pun di karuniai 3 orang anak. Karena pekerjaan suaminya itu, ia pun harus pindah ke kota lain mengikuti suaminya.Suci pun melamar sebagai guru baru di sebuah sekolah, dan anaknya pun bersekolah di sekolah itu. Sehari setelah ia mulai bekerja di sekolah itu, ia berusaha untuk mendapat mengenal dan memahami anak didiknya satu persatu. Ia memiliki seorang murid yang sedikit aneh dan bandal. Anak itu bernama Wasito. Setiap harinya Wasito hanya membuat onar di kelas, dan mengganggu teman-temannya. Suatu hari ibu Suci ingin berkunjung kerumah nenek Wasito, karena Wasito tingal disana.Ia ingin mengetahui sebab-sebab mengapa Wasito bertingka seperti itu. Sesampainya di rumah neneknya, ibu Suci pun mulai berbincang-bincang dengan nenek Wasito. Nenek Wasito pun menceritakan semua hal tentang Wasito. Ternyata Wasito itu hanyalah seorang anak yang kurang perhatian dan kasih saying dari kedua orang tuanya. Sebenarnya ia adalah seorang anak yang pintar dan baik. Setelah mengetahui itu semua, ibu Suci pun membantu membimbing Wasito untuk menjadi lebih baik. Hingga suatu hari ibu Suci pun berhasil. Wasito menjadi anak yang pintar di kelas. Dan menjadi juara kelas. 
Tema              : pertemuan dua hati 
Alur              : Mundur-Maju. 
Latar             : 
a. Tempat         :
1. Dirumah 
2.Disekolah 
b. Waktu          :
1. Siang 
2. Pagi 
3. Sore 
Tokoh            : Suci, suaminya, nenek Wasito, dan Wasito 
Amanat        : Mesitnya orang tua memberikan perhatian kepada anaknya agar tidak menjadi nakal. 


  •      CIRI NOVEL KARYA ANGKATAN 60-70AN

Sejarah Munculnya Angkatan ’60-70AN
Pada periode 60-an muncul adanya angkatan, yaitu angkatan ‘66. Lahirnya angkatan ‘66 ini didahului adanya kemelut dalam segala bidang kehidupan di Indonesia yang disebabkan ulah teror politik yang dilakukan PKI dan ormas-ormas yang bernaung dibawahnya. Angkatan ‘66 mempunyai cita-cita ingin adanya pemurnian pelaksanaan Pancasila dan melaksanakan ide-ide yang terkandung di dalam Manifest Kebudayaan. Tumbuhnya angaktan ‘66 sejalan dengan tumbuhnya aksi-aksi sosial politik di awal angkatan ‘66 yang dipelopori oleh KAMMI/KAPPI untuk memperjuangkan Tritura.
Munculnya nama angkatan ‘66 telah diumumkan oleh H.B. Jassin dalam majalah Horison nomor 2 tahun 1966. Pada tulisan tersebut dikatakan bahwa angkatan ‘66 lahir setelah ditumpasnya pengkhianatan G.30S/PKI. Penamaan angkatan ‘66 ini pun mengalami adu pendapat. Sebelum nama angkatan ‘66 diresmikan, ada yang memberi nama angkatan Manitest Kebudayaan (MANIKEBU). Alasan penamaan ini karena Manifest Kebudayaan yang telah dicetuskan pada tahun 1963 itu pernyataan tegas perumusan perlawanan terhadap penyelewengan Pancasila dan perusakan kebudayaan oleh Lekra/PKI. Beberapa sastrawan merasa keberatan dengan nama angkata manikebu. Mereka berpandangan bahwa sastrawan yang tidak ikut menandatangani atau mendukung Manifest Kebudayaan akan merasa tidak tercaku di dalamnya, meskipun hasil ciptaannya menunjukkan ketegasan dalam menolak ideologi yang dibawa oleh PKI dalam lapangan politik dan kebudayaan.
Istilah angkatan ‘66 yang dikemukakan oleh H.B. Jassin melalui antologinya mendapat beberapa tanggapan dari berbagai pihak pengarang, diantaranya adalah Ajib Rosidi. Ajib menganggap bahwa penamaan dan pengajuan tesis mengenai angkatan ‘66 itu kurang dapat dipertanggungjawabkan. H.B. Jasssin sendiri berpendapat bahwa angkatan ‘66 ini sejalan dengan tumbuhnya aksi-aksi sosial politik di awal angkatan ‘66 yang dipelopori oleh KAMMI/KAPPI untuk memperjuangkan Tritura. H.B. Jassin merumuskan bahwa sastra angkatan ‘66 adalah sastra yang diwarnai oleh protes dan perjuangan menegakkan keadilan berdasarkan kemanusiaan. Berdasarkan teori tersebut H.B. Jassin berpendapat bahwa tahun 1966 merupakan tahun lahirnya suatu generasi dan konsep baru dalam sastra yang kemudian disebutnya dengan nama angkatan ‘66.

Ajib Rosidi melihat bahwa teori Jassin tidak konsisten, terutama dalam menunjukkan sastrawan-sastrawan yang dianggap mewakili angkatan ‘66. A.A. Navis contohnya ia disebutkan sebagai pengarang angkatan ‘66, namun sastrawan ini muncul sejak tahun 1950-an. Hal ini sebagai dasar Ajib Rosidi dalam menanggapi pendapat H.B. Jassin. Ia tidak melihat teori Jassin ini dapat diterapkan untuk menyebut lahirnya angkatan ‘66. Masyarakat sastra pada umumnya sudah terlanjur menerima pernyataan H.B. Jassin sehingga dalam ilmu sastra pun terdapat penamaan angkatan ‘66.
Pada saat menjelang tahun 1970-an sastra perotes sudah tidak bergema lagi seperti awal tahun 1960-1966. Sastra protes tersebut tercermin pada kumpulan sajak Taufik Ismail, yaitu: Tirani dan Benteng. Awal tahun 70-an mulai berkembang sastra populer dan bermunculan majalah hiburan, majalah wanita, majalah profesi. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gema angkatan ‘66 tidak dimulai pada tahun 1966 tetapi pada tahun 1966 justru angkatan ‘66 mulai berakhir.
Uraian di atas telah jelas dijelaskan bahwa keadaan sastra dipengaruhi oleh situasi pada saat itu. Meskipun keadaan sosial budaya dan politik tidak stabil, namun sastra angkatan ‘66 ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat terutama pada genre prosa.

Harapan Malaikat Malaikat Kecil (cerpen)

Diposting oleh Unknown di 07.32 0 komentar
Sebuah cerpen sederhana yang menceritakan harapan-harapan besar anak-anak disebuah desa yang jauh dari kota yang ada namun sedikit terabaikan oleh pemerinta. Dengan tokoh seorang wanita yang mendedikasikan sebagian waktu dalam hidupnya untuk menjadi relawan didesa tersebut. Tekad hidupnya satu, ingin membantu mewujudkan cita-cita bangsa ini. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Sehingga harapan-harapan tersebut tidak hanya menjadi sebuah mimpi manis, tetapi NYATA!
Selamat membaca :)





HARAPAN MALAIKAT MALAIKAT KECIL
(Cerpen)


Petang bertandang mentari mulai pamit. Langit berwarna jingga bercampur dengan cahaya memerah. Menciptakan guratan indah di langit. Awan bergerak tersapu angin menghantarkan sang surya kembali ke peraduan. Berbaur warna lembayung yang indah merona. Aku berjalan menyusuri tepi sawah yang tersusun rapi dengan padi-padi yang mulai menguning membuatku serasa damai. Sudah hampir setahun aku disini menjadi relawan mengajar, di desa Bantarkawung salah satu desa berbatasan dengan kabupaten Cilacap yang dipagari gunung tinggi. Aku rela meninggalkan keluarga ku, teman-teman ku dan kesenangan ku di Jakarta. Untuk mengabdi menggodok anak-anak bangsa memperoleh pendidikan yang wajar dan berkualitas, walaupun mereka tinggal didesa bukan di kota. Bukankah cita-cita bangsa ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa?


Senja ini aku berjalan-jalan menikmati detik-detik matahari tenggelam menyelinap dibalik gagahnya gunung. Kulihat dari kejauhan gadis kecil duduk dibale-bale, ku amati sepertinya aku mengenalnya. Gadis kecil tersebut bernama Anjani, siswa kelas empat yang aku ajar. Aku akui memang ia sangat pendiam di kelas, namun ia anak yang paling penurut yang pernah ada. Disaat teman-temannya berhamburan pulang dan lupa membereskan sampah, ia tanpa disuruh akan membereskannya dan setia menunggu ku yang sibuk merapikan kelas. 


Aku mulai mendekatinya perlahan “Anjani, sedang apa kamu disini? Cepatlah pulang hari sudah sore.” ujar ku lembut padanya.
“Sebentar ibu guru.” jawabnya sekedarnya dengan lekungan senyum dibibirnya. Namun tunggu sebentar, aku melihat ada sebening air mata dipelupuk mata Anjani.
“Anjani apa kamu habis menangis?”
Anjani hanya diam dengan mata berkaca-kaca. Aku duduk disampingnya. “Ayo cerita sama Bu Ratna, tidak baik loh menyimpan sesuatu sendiri. Nanti kamu cepat tua. Tak mau kan kulit mu keriput.” rayu ku dengan guyonan ringan.
“Aku kangen mama.” ucap Anjani setengah berbisik. Beberapa bulir air mata membasahi pipi putihnya. Aku tertegun melihat Anjani, aku sendiripun tak tau apa yang terjadi pada ibunya.
“Bu Ratna percaya mama mu juga sangat merindukan kamu.” ujar ku sambil mengusap punggungnya.
“Engga bu, mama engga kangen sama Anjani. Kalau mama kangen sama Anjani mama pasti pulang. Mama engga sayang sama Anjani.” isak tangis kecil Anjani pun terdengar dari mulut mungilnya. Sepertinya Anjani sangat merindukan ibu nya. Aku mengerti sekali perasaan Anjani, aku pun langsung teringat pada ibu ku. Rasa penasaran ku pada Anjani begitu kuat, kemanakah ibunya.

“Memang mama Anjani pergi kemana sayang?” tanya ku hati-hati.
“Mama sudah hampir dua tahun pergi ke Arab Saudi untuk bekerja bu.”ujarnya lirih.
“Walaupun mama Anjani jauh di Arab Saudi sana tapi percaya sama Bu Ratna, mama masih dan akan selalu sayang sama Anjani.  Mama Anjani bukannya engga mau pulang sayang. Mama Anjani masih harus mengumpulkan uang untuk Anjani. Dengerin Bu Ratna deh, mama Anjani disana pasti selalu merindukan dan mendoakan Anjani. Makanya Anjani ga boleh sedih lagi, Anjani harus rajin belajar dan buat mama Anjani bangga.” ujar ku menenangkan Anjani.
“Kemarin kata ibu kepala sekolah, negara kita kaya raya banyak hasil lautnya, hutannya, dan semuanya. Tapi kenapa mama Anjani masih harus pergi keluar negeri sana untuk bekerja bu?” pertanyaan polos yang diberikan Anjani membuat ku terdiam. Entah aku harus menjelaskan apa.

Memang Indonesia kaya akan tanahnya, airnya, tambangnya. Namun mengapa itu semua tidak cukup untuk rakyatnya. Masih saja banyak orang-orang yang bekerja di luar negeri sana. Disaat rakyatnya miskin kelaparan kekayaan Indonesia digeruk oleh orang-orang kapitalisme dan mebawa hasilnya ke negara mereka. Kami yang menanam tapi mengapa mereka yang memanen. Sungguh ironis.

“Mungkin ada alasan lain sayang, ya sudah jangan sedih lagi Anjani kan masih ada Bu Ratna.” Ucap ku tersenyum pada Anjani.
“Anjani sayang Bu Ratna” gadis kecil ini memeluk pinggang ku. “Bu Ratna jangan seperti mama ku yah ninggalin aku. Bu Ratna harus terus disini mengajar di desa ini.” ucapan polos bocah ini membuat ku terharu hingga menitikkan air mata. Namun tidak mungkin aku selamanya tinggal disini. Aku pun rindu dengan keluarga ku di Jakarta sana. Tak dapat bicara sepatah katapun hanya seulas senyum yang ku kembangkan. Saat ini aku bertanggung jawab untuk menyenangkan dan mengajar malaikat malaikat ku di desa ini saalah satunya Anjani.

                                                                         ***

“Assalamualaikum.” terdengar suara kompak bocah-bocah ku yang lain Anto, Didi, dan Fitri.
“Wa’alaikum sallam, kalian pasti mau pergi mengaji toh?” tanya ku pada bocah-bocah ini. Setiap sore tiba anak-anak didesa ini selalu pergi ke pondok samping masjid dengan menyandang Al-Qur’an. Sungguh suasana yang menenangkan hati
“Iya bu kami mau berangkat ke pondok. Bu Ratna sama Anjani ngapain disini?” tanya seorang bocah dihadap ku sambil membetulkan sarung, Didi namanya.

 Bocah super energi ini tak pernah bisa diam kalau di kelas.  Selalu berteriak memaki temannya yang tidak memperhatikan pelajaran dikelas, kuat mondar-mandir membantu ku membawa buku ke taman baca, kuat mengayuh sepeda mengantar ibunya berjualan ke pasar setiap pagi, dan tak ketinggalan kuat pula ambisi dan pendiriannya. Namun kadang Didi sering digoda teman-temannya dengan julukan “kaleng rombeng” karna suaranya yang cempreng menusuk kuping. Mungkin ia sering lupa membawa remote untuk mengecilkan volume suaranya.

 “Oh ibu sedang mengobrol bareng Anjani.” jawab ku.
“Kita juga mau ikut nimbrung bu.” Anto mulai bersuara. Anto duduk di bale di ikuti semua temannya. “Ibu lagi ngomongin apa sih?” lanjut Anto.
“Ih Anto kamu kepengen tau saja. Ini urusan aku dengan Bu Ratna.” ujar Anjani dengan wajah cemberut.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah Anto dan Anjani. “Kenapa kalian tidak segera ke pondok? Nanti Ustad Rahmat mencari loh.” usul ku pada mereka.
“Ah ibu ini baru pukul lima sore bu, belum Magrib. Kami juga pengen ikut cerita sama ibu benarkan Anto, Didi?” celoteh Fitri sambil mengerlingkan mata beningnya. Bibirnya melengkung mengukirkan senyum khasnya. Melihat Fitri aku gemas sekali.
“Oke-oke sekarang kita mau cerita apa? tanya ku pada mereka.“Cerita tentang cita-cita saja bu.” ucap semangat Anto.
Ayo cita-cita kalian apa?” Meraka sangat antusias jika berbicara tentang cita-cita. Seakan mereka menemukan mimpi-mimpi mereka. Mimpi yang akan merangkai masaa depan mereka untuk dua puluh atau tiga puluh tahun nanti.
“Aku dulu yah bu aku dulu.” suara Didi yang tinggi melengking menimbulkan bunyi nging- nging ditelinga.
“Didi kamu berisik sekali sih.” omel Fitri yang tepat disamping Didi. Didi tidak menghiraukan omelan Fitri, Ia sangat semangat bercerita cita-citanya.
“Cita-cita aku ingin jadi tentara memakai seragam loreng-loreng, berdiri dengan gagah berani membawa senjata dan siap menembak siapa saja yang mengganggu Indonesia. Tapi aku juga ingin jadi supir pesawat bu.” cerita Didi
“Supir pesawat? Maksud kamu pilot Di?” Mungkin dia lupa istilah pilot sebagai pengemudi pesawat. Semoga saja Didi tidak lupa istilah masinis dan nakodah.
“Iya bu jadi pilot. Nanti kan aku bisa jalan-jalan ke Jakarta dan keluar negeri bu. Aku bakal mengajak bapake, ibuke, bude ku, dan bu Ratna juga jalan-jalan keliling dunia.” ujar Didi serius.
“Aku ga diajak Di?” tanya Fitri.
“Aku engga mau ajak kamu ah, kamu suka marah marah sih habisnya. Nanti kamu bakal ganggu konterasi aku kemudikan pesawat.”
“Ih Didi konsentrasi tau, bukan konterasi.” Omel Fitri. “Habisanya kamu sering berisik sih ditelinga aku. Makanya kalau ngomong pelan-pelan Didi.” lanjut Fitri.

“Bu.. bu.. aku juga mau keluar negeri bu, aku ingin jadi pengusaha batik disana supaya batik Mbok ku terkenal. Siapa tau nanti artis kesukaan aku Justin Bieber akan pakai baju batik buatan Mbok ku. Waduh keren kan, pasti Indonesia bakal terkenal ga kalah sama Amerika.” cerita Fitri dengan menggebu-gebu.
Aku tersenyum menahan geli mendengar cerita Fitri, khayalannya begitu tinggi. Namun tidak ada yang tidak mungkin bukan. Kalau Batik sudah terkenal dan termasyur bukan hanya seorang Justin Bieber yang akan mengenakanya. Actor favorit ku Leonardo Dicaprio pasti akan memakainya, apalagi kalau batik yang dipakai itu produksi murid ku.

Fitri, gadis kecil anak seorang pembatik tulis di desa ini. Ibu nya sangat telaten menorehkan canting ke dalam selembar kain, sehingga menghasilkan batik yang indah. Julukan sang Pemimpi sangat tepat untuknya, Ia memiliki imajinasi yang luar biasa jika disuruh bercerita dan menggambar. Hobinya adalah membaca, ia tak pernah absen ke taman baca yang didirikan oleh ku dan rekan relawan lainnya. Bahkan jika ada buku baru ialah peminjam pertama. Tidak heran, kenapa Fitri punya segudang ide untuk menggambar. Aku akan berusaha untuk menjadi bagian dalam mungujudkan mimpinya.

 “Kamu itu mimpi, mana mau Justin Bieber pakai batik. Batik itu kan kuno lihat deh gayanya Justin Bieber kan hiphop gitu” ledek Anto.
“Anto tidak boleh begitu, kamu kan anak Indonesia. Anak Indonesia harus cinta Indonesia. Cinta produk dalam negerinya, cinta budayanya, dan cinta keindahan alamnya. Kalau sudah cinta pasti bakal menjaganya kan? Batik itu warisan kesenian nenek moyang Indonesia, kita harus tetap menjaga dan mempopulerkan batik sampai ke mata dunia. Kata siapa batik itu kuno? Kamu lihat deh para perancang busana terkenal saja sekarang banyak yang menggunakan motif batik. Kita semua harus jaga kekayaan budaya Indonesia termasuk Batik supaya engga dicolong sama bangsa lain.” ujar ku pada mereka.
“Iya bu. Aku juga punya cita-cita bu. Aku ingin jadi juragan gabah bu seperti Mbah Karyo. Rumahnya bagus, banyak mobil, tanahnya dimana-mana. Pokoknya enak, jadi bapake engga harus capai- capai cangkul sawah lagi. Tinggal duduk manis menunggu kiriman gabah saja dirumah.” Kini mulai Anto yang bercerita. Ia terinspirasi dengan tengkulak di desa ini.

Anto anak seorang petani desa, bocah pencinta warna hijau muda yang memiliki daya tangkap dan daya ingat yang sangat bagus. Setiap kali aku mengajar pelajaran IPA, pasti selalu mendengar suaranya yang berteriak-terika meski serak menjawab pertanyaan dari ku. Begitupun setiap minggu sore saat kami mengadakan les, ia lompat menjawab pertanyaan dengan tangan mengacung.

“Anto jangan hanya jadi juragan saja, tapi harus menjadi ahli teknologi pertanian juga dan mempunyai perusahaan beras yang besar. Supaya stok beras kita terpenuhi dan engga import lagi dari luar negeri. Sehingga para petani kita akan sejahtera.” jelas ku pada Anto
“Import itu apa bu?” tanya Anjani yang sedari tadi diam serius mendengar cerita teman-temannya.
“Import itu mendatangkan barang dari luar negeri sayang, jadi kita yang membeli beras dari luar negeri. “
“Terus bu kalau kita import beras dari luar negeri, beras hasil petani kita bagaimana bu?” Anto kembali bertanya ia mulai tanggap dengan apa yang aku bicarakan.
“Kita mengimport beras karna beras yang kita miliki tidak mencukupi kebutuhan pangan nasional. Akhirnya untuk mencukupi pangan terpaksa membeli beras dari luar negeri. Nah makanya kasihan para petani kita yang penghasilannya turun. Kalian-kalian harus belajar yang pintar agar nanti bisa melakukan penelitian untuk produksi pertanian kita.” Ujar ku menjelaskan. Wajah-wajah sumringah mereka membuat ku bahagia.

“Kalau cita-cita Anjani ingin jadi apa?” tanya ku pada gadis kecil disampingku.
“Aku ingin jadi dokter bu, mengobati orang-orang yang sakit didesa ini. Kasihan kan kalo ada yang sakit orang-orang harus ke kebupaten dulu buat ke puskesmas. Nanti kalau Anjani jadi dokter, Anjani akan buat rumah sakit yang besar disini. Biar orang-orang desa sehat dan engga ada yang sakit lagi.” Celoteh Anjani.

Memang di desa ini fasilitas kesehatan sangat minim tidak ada klinik, hanya ada puskesmas. Untuk kesananya pun menempuh jarak yang cukup jauh kira-kira sepuluh kilometer dari desa. Apalagi ditambah dengan sarana transportasi yang kurang memadai. Sehingga mereka hanya mengandalkan seorang mantri kampung, dan jika ada yang melahirkan tidak ada bidan  melaikan hanya dukun beranak.

“Wah cita-cita kamu mulia sekali Anjani.”  Anjani membalas dengan senyum manisnya. Ini hanya secuil harapan anak-anak desa. Masih banyak harapan emas anak-anak bangsa disetiap sudut Indonesia ini.


Suara adzan Magrib berkumandang merdu dari Masjid diseberang bale yang kami duduki. Matahari sudah terbenam langit sudah gelap, bulan mulai muncul dibalik awan. “Ayo sudah Magrib cepat pergi ke pondok sudah ditunggu Ustad Rahmat.” ajak ku pada mereka. Anto dan Didi pun bergegas membetulkan sarung juga peci yang mereka kenakannya. Mereka berempat bersiap untuk segera pergi ke pondok. Satu persatu mereka menyalami ku memohon izin dan restu untuk menuntut ilmu. Disudut ini aku menemukan kekuatan bangsa, jati diri bangsa yang tersimpan dalam diri malaikat – malaikat kecil ku ini. Semoga tidak hanya sebuah impian manis, aku berjanji semampu ku mewujudkan harapan mereka.

                                                                        End



*maaf kalau cerpennya banyak kekurangan dalam pemilihan kata, tanda baja, dan EYD. Masih belajar dan akan terus belajar :)


Sabtu, 25 Januari 2014

Gelar Seni Mahasiswa Gunadarma (GSMG)

Diposting oleh Unknown di 22.30 0 komentar
Selamat Pagi, siang, sore, malam blogwalking :)

Sebagai mahasiswa yang mash dibilang maba. Saya ingin mencoba aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh kemahasiswaan kampus saya. Pada tanggal 15 Januari kemarin saya mencoba mengikuti lomba GSMG 2014 dari kampus saya Gunadarma tercinta. Sebelumnya saya ceritakan dahulu apa itu GSMG?



bagian yang mengadakan GSMS



GSMG adalah Gelar Seni Mahasiswa Gunadarma yang diadakan dalam rangka seleksi ke ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS). Didalam GSMG terdapat beberapa tangkai seni lomba, seperti baca puisi, monolog, vocal pop, dangdut, keroncong, seriosa, menulis puisi, cerpen, lukis, komik, poster, dan fotografi. Untuk syaratnya yaitu mahasiswa aktif unv. Gunadarma, batas usianya maksimal 25 tahun, dan para peserta hanya diperbolehkan untuk mengikuti satu tangakai lomba saja.


Karna saya lebih suka dalam menulis saya pun ikut berpartisipasi mengikuti tangkai lomba menulis cerpen. Untuk ketentuannya lomba cerpen ditema kan Cintaku Indonesia ku. Awalnya saya bingung dengan konflik apa yang akan saya bahas dalam cerpen saya mengenai kecintaan ku pada Indonesia. Akhirnya saya pun memilih tema tentang pendidikan dan harapan anak-anak desa yang terlupakan oleh pemerintah. Walaupun cerpen saya ini mengarang bebas tanpa observasi, namun karna saya sering melihat tayangan Lentera Indonesia di NET. TV. Acara tersebut sangat bagus dan bermutu karna menayangkan cerita cerita para relawan yang berdedikasi mengabdikan sebagian waktunya untuk Indonesia.



acara favorite saya

Saya pun terinspirasi untuk menjadi seorang pengajar muda. Sehingga saya mengikuti sebuah komunitas yang bernama CCE Charity for Children Education. Sebuah komunitas mengajar anak-anak disebuah lapak pemulung. Mungkin kapan-kapan saya akan memposting tentang komuitas yang saya ikuti ini. Karna itulah saya mempunyai bekal untuk menulis fakta pendidikan Indonesia yang belum merata. Bahkan banyak daerah daerah terpelosok yang sistem pendidikannya masih jauh tertinggal. Bangunan sekolah yang tidak layak dan team pengajar yang kurang. Sehingga terkesan anak-anak pedalaman dianak tirikan oleh pemerintah. Karna obsesi saya menjadi pengajar muda membuat saya terinspirasi untuk membuat tokoh Bu Ratna yang saya ibaratkan itu adalah diri saya sendiri.



contoh gambar sekolah yang kurang layak


Pada pengumuman GSMG tanggal 23 kemarin ternyata saya kalah. Namun saya tidak terlalu terpuruk walaupun ada rasa sedih dihati. Saya tetap bangga karna setelah saya menyelesaikan cerpen saya ada sebuah rasa kepuasan batin tersendiri. Bagi saya menang bukan lah segalanya yang terpenting saya dapat meluangkan ide, pandangan, dan pikiran saya dalam sebuah cerpen. Dengan begini akan membuat saya lebih terlatih dalam menulis. Bagi kawan blogger yang ingin membaca cerpen saya dapat klik Disini


Bukan kan untuk menjadi seorang pemenang harus kalah dulu? Dan untuk menjadi seorang yang hebat harus merasakan sakit dulu? Selagi masih muda teruslah belajar, berkarya, dan bekerja. Itulah prinsip saya :)





 

Olive's Blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review